Apa itu RSS?

August 29, 2008

RSS adalah sebuah file berformat XML untuk sindikasi yang telah digunakan (diantaranya dan kebanyakan) situs web berita dan weblog. Singkatan ini biasanya mengarah ke beberapa protokol:

* Rich Site Summary (RSS 0.91)
* RDF Site Summary (RSS 0.9 and 1.0)
* Really Simple Syndication (RSS 2.0)

Teknologi yang dibangun dengan RSS mengijinkan kita untuk berlangganan kepada situs web yang menyediakan umpan (feed) RSS, biasanya situs web yang isinya selalu diganti secara reguler. Untuk memanfaatkan teknologi ini kita membutuhkan layanan pengumpul. Pengumpul bisa dibayangkan sebagai kotak surat pribadi. Kita kemudian dapat mendaftar ke situs yang ingin kita tahu perubahannya. Namun, berbeda dengan langganan koran atau majalah, untuk berlangganan RSS tidak diperlukan biaya, gratis. Tapi, kita biasanya hanya mendapatkan satu baris atau sebuah pengantar dari isi situs berikut alamat terkait untuk membaca isi lengkap artikelnya.
Read the rest of this entry »

Advertisements

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini masih mempertimbangkan untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden 2009, karena masih berkonsentrasi melaksanakan tugas yang diembannya hingga akhir masa jabatan. Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prasetyo Sunaryo usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (28/8).

Prasetyo mengatakan, pertanyaan itu memang menjadi salah satu topik pembicaraan dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam. Di kalangan warga LDII hal itu menjadi perhatian tersendiri. “Kami pada intinya membawa amanah dari ummat yang menanyakan hal itu. Pak Presiden juga mengatakan keputusan maju juga mempertimbangkan apakah sejumlah amanah yang diemban pada masa lima tahun ini sudah terpenuhi,” kata Prasetyo.

Ketika disinggung apakah LDII akan mendukung pencalonan Yudhoyono dalam Pilpres 2009, Prasetyo mengatakan hal itu akan dibicarakan dalam musyawarah nasional organisasi itu pada 2009. Kami dalam kesempatan itu juga meminta kehadiran Presiden. Kami juga akan mengundang calon presiden lainnya dalam Munas tersebut,” katanya.

Read the rest of this entry »

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini masih mempertimbangkan untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden 2009 karena masih berkonsentrasi melaksanakan tugas yang diembannya hingga akhir masa jabatan.

“Beliau dengan arif menjawab, dengan pertimbangan yang ada, bila memang bermanfaat maka tentu akan maju lagi,” kata Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Prasetyo Sunaryo, usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Kamis.

Prasetyo mengatakan, pertanyaan itu memang menjadi salah satu topik pembicaraan dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam. Di kalangan warga LDII hal itu menjadi perhatian tersendiri.
Read the rest of this entry »

Aksi Nyata yang Terus Bergulir; Oleh: Agnes Swetta Pandia

Kegerahan masyarakat akan kerusakan lingkungan makin tak terbendung. Kini urusan lingkungan terutama menyangkut penghijauan dan pengolahan sampah, tak lagi dimonopoli oleh lembaga swadaya masyarakat. Lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, termasuk lembaga keagamaan, juga sudah melibatkan diri.

Sekolah pun mulai memberikan pengertian kepada siswa dari tingkat kelompok bermain hingga mahasiwa, minimal tidak membuang sampah sembarang tempat. Ibu rumah tangga pun tak mau ketinggalan, pemilahan sampah kering dan basah kian gencar dilakukan, meski masih agak merepotkan.

Kelompok PKK tingkat rukun tetangga secara rutin menggelar pelatihan bagi anggota agar bisa mengolah sampah mandiri. Miminal bisa membuat kompos dan dipakai untuk pupuk tanaman di rumah sendiri. Bahkan, umat Gereja Katolik Roh Kudus Rungkut, terus diingatkan agar memilah sampah serta mengolah sampah organik menjadi kompos. Menurut Rm Gregorius Kaha Svd, pengolahan sampah serta memilah sampah harus terus diingatkan. Tujuannya agar umat semakin peduli lingkungan.
Read the rest of this entry »

LHOKSEUMAWE-Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), menyerahkan dua orang guru Ulumul Qur’an dan Qira’ah Sab’ah, kepada Dayah Terpadu Ulumuddin Utenkot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Minggu (26/8). Penyerahan dua orang guru ini, langsung dilakukan oleh Ketua DPP LDII pusat KH.Abdullah Syam M.Sc, di Sekretariat LDII Kota Lhokseumawe, kepada Tgk.H. Syamaun Risyad Lc (pimpinan dayah Ulumuddin).

Dua orang guru tersebut , Ust. Irwan Setiawan dan Ust. Fakhrurazzi, sebagai guru Ulumul Qur’an dan Qira’ah Sab’ah. Dimana nantinya, para guru itu akan mengajar di Dayah Ulumuddin Utenkot, mengisi kedua pelajaran yang disebutkan diatas.

Menurut Gunawan salah seorang anggota LDII, bahwa kedua guru ini, sebelumnya mengajar di Pondok Pesantren LDII di Kediri. Dimana tujuannya, adalah untuk menutupi kekurangan guru dibidang Ulumul Qur’an di Dayah Ulumuddin. Dengan harapan, agar pendidikan tentang kedua disiplin ilmu ini, dapat lebih meningkat lagi, ujarnya.
Read the rest of this entry »

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) dan DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersepakat memerangi ajaran sesat yang selama ini berkembang di Indonesia. “Aliran itu harus kita perangi bersama karena mereka telah menyebarkan konflik di antara umat Islam,” kata Ketua PBNU KH Said Aqiel Siradj saat ditemui dalam acara Halal Bihalal di Ponpes LDII, Kediri, Jawa Timur, Minggu [28/10].

Lebih lanjut dia menilai, ajaran yang dikembangkan Qiyadah Islamiyah mengenai adanya nabi baru bagi umat Islam selain Nabi Muhammad SAW merupakan ajaran yang memancing konflik di antara umat Islam. “Kalau hanya ikhtilaf (perbedaan pandangan) seperti soal hari raya saja tidak jadi soal, tapi kalau sudah soal nabi itu sudah menyangkut syariah dan sama halnya dengan mengajak pertentangan,” kata lulusan Universitas Ummul Qura, Arab Saudi itu.
Read the rest of this entry »

Jakarta–RRI-Online,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis ( 28/8) sore menerima Ketua Umum PP Lembaga Dakwah Islam Indonesia Prof.Dr.Ir.KH. Abdullah Syam, beserta beberapa pengurus LDII lainnya, di Kantor Kepresidenan. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai hal, termasuk kegiatan LDII baik secara makro maupun mikro.

Prasetyo Sunaryo, juru bicara LDII kepada wartawan mengatakan, “Ada tiga yang laporkan kepada Presiden, pertama sebagai lembaga dakwah pendekatan yang dilakukan LDII kepada masyarakat adalah amar m`aruf nahi munkar, artinya apa yg baik kita sampaikan dan apa yang harus kita perbaiki kita sampaikan juga. Kedua tentang harapan-harapan LDII, dan ketiga kami menjelaskan posisi LDII,” kata Parsetyo Sunaryo.

” Kami juga menyampaikan usulan agar ada komunikasi horisontal antara umat Islam, maupun dengan umat beragama lainnya. Perlu dikembangkan pula agar kerukunan keharmonisan tetap terjaga, dan itu memang sesuai dengan visi dan misi LDII. Kami juga menyampaikan kegiatan LDII yang bersifat makro dan mikro seperti dalam bidang pertanian, lingkungan hidup dan kegiatan sehari hari,” katanya.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII adalah sebuah organisasi Islam di Indonesia, awalnya bernama Yakari (Yayasan Karyawan Islam), didirikan tanggal 3 Januari 1972 di Surabaya. Pada msyawarah YAKARI tahun 1981, nama YAKARI diganti Lemkari (Lembaga Karyawan Islam). Pada tahun 1990 saat berlangsungnya Musyawarah Besar LEMKARI ke IV di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, atas saran Rudini yang saat itu manjadi mendagri, organisasi ini diubah namanya menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), dengan alasan agar namanya tak sama dengan Lembaga Karatedo Indonesia yang juga berama LEMKARI. (AF/Pres.go.id) (Sumber: http://www.rri-online.com )