LDII SIAP IKUTI ARAHAN MUI

September 13, 2008

JKT, Ormas ini akan mengklarifikasi cap negatif terhadapnya secara bottom up, yakni dengan mendorong warga LDII untuk meningkatkan interaksi sosial. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII, KH Abdullah Syam, mengaku pihaknya sudah melakukan klarifikasi di Komisi Fatwa MUI atas cap negatif yang selama ini berkembang di masyarakat terhadap LDII.

Kami masih dituding suka mengafir-kafirkan orang, menajis- najiskan orang, kalau ada orang luar LDII masuk masjid LDII harus dipel dan sebagainya,? kata dia kepada wartawan seusai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII 2007 di Jakarta, kemarin (6/3).

Menurutnya, LDII secara institusi tidak pernah mendoktrin warganya untuk melakukan hal-hal yang seperti dituduhkan itu. Bahkan, Abdullah Syam menegaskan, jika memang masih ada warga LDII yang melakukan kesalahan seperti itu, jangan dibebankan pada institusi.Apalagi, sampai menganggap seolah- olah itu adalah doktrin ajaran LDII.

Kami sudah melakukan klarifikasi dan mencapai kesepakatan dengan Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma?ruf Amin,? tandasnya dikutip Koran Sindo. Dalam kesepakatan itu, LDII menyatakan siap mengikuti arahan MUI untuk mengklarifikasi masalah ini secara bottom up, yakni dengan mendorong warga LDII untuk meningkatkan interaksi sosial.

Sementara itu, dalam suratnya yang dikirim ke wartawan , Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta, mengatakan, LDII tetaplah sesat.

LPPI mengirimkan beberapa bukti, yang menurut mereka dianggap sebagai kesesatan LDII. Diantaranya adalah Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bertanggal 13 Agustus 1994 M yang isinua, ?Bahwa ajaran Islam Jama?ah, Darul Hadits adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya.?

Kedua Fatwa Majelis Ulama DKI Jakarta bertanggal 20 Agustus 1979, ditandatangani Dewan Pimpinan Majelis Ulama DKI Jakarta, K.H. Abdullah Syafi?ie ketua umum, H. Gazali Syahlan sekretaris umum. Isinya, ?Bahwa ajaran Islam Jama?ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu adalah memancing-mancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan negara.

Ketiga, pelarangan Islam Jama?ah dengan nama apapun dari Jaksa Agung tahun 1971, Surat Keputusan Jaksa Agung RI No: Kep-089/D.A./10/1971 tentang: Pelarangan terhadap Aliran- Aliran Darul Hadits, Djama?ah jang bersifat/ beradjaran serupa. Isinya, menetapkan: Pertama: Melarang aliran Darul Hadits, Djama?ah Qur?an Hadits. (bowo)
http://www.ahmadsumargono.net/konten.php?nama=Berita&op=detail_berita&id=115

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: